Feed on
Posts
Comments

Hasil jalan-jalan di Nusa Lembongan pas taun baru di Nusa Lembongan bareng Bali Blogger Community (BBC). Fotonya Om Yudi.

Tak ada kue ulang tahun yang mewah malam ini. Karena krisis keuangan internasional yang sedang terjadi di negara adi daya Amrik sana juga ternyata berimbas ke ekonomi mikro keluarga kami. Hehehe..

Kami membatalkan beberapa rencana. Pertama, niat untuk beli hutan hitam alias black forest di Tante Ninok tidak jadi. Maaf, ya, Tante. Kapan-kapan deh Bani beli kue ultah di Tante sekalian kapling hutan hitam di sana. Lumayan kan untuk mencegah dampak climate change pada keluarga. Hwahahaha..

Continue Reading »

Ribuan orang di Bali ikut aksi menolak Rancangan Undang-undang Pornografi Rabu lalu. Bunda ikut di dalamnya. Sayang, Bani tak diajak serta. Padahal Bani juga punya beberapa alasan untuk menolak RUU ini.

Alasan itu, misalnya, buat apa punya tubuh bagus kalau bukan untuk diperlihatkan pada orang. Itu kan bagian dari cara mensyukuri nikmat Tuhan. Masak malah dilarang? Kalau orang lain terangsang, ya itu urusan dia. Jaga pikiran dong biar kalian tidak melihatnya dengan ngeres. Continue Reading »

Hampir pukul 1 pagi. Aku sedang nglembur untuk beberapa kerjaan yang lewat deadline. Asik di depan komputer.

Bani nangis, bangun di sela tidurnya. Jam biologisnya bekerja seperti biasa, minta susu. Kalau tengah malam begini, apalagi Bunda sudah terlelap, giliranku bikin susu.

Continue Reading »

Ikut Agustusan sama Naknik

Suasana peringatan kemerdekaan Indonesia masih terasa di jalan Subak Dalem Gang V Denpasar Utara di mana saya tinggal. Minggu (24/08) ini kami merayakannya dengan berbagai lomba. Tidak masalah meski hari ulang tahun Proklamasi sudah lewat seminggu lalu. Yang penting kan semangatnya..

Sejak sekitar pukul 9 pagi, kami sudah bersiap-siap. Ada tujuh lomba dalam agustusan tahun ini. Antara lain lomba lari karung, makan krupuk, memasukkan paku ke botol, makan kacang pakai sumpit, memasukkan kecebong ke botol, lari menjepit botol, dan lari nyunjung botol. Lomba terakhir itu khusus untuk ibu-ibu, yang sebagian besar terbiasa menjunjung gebogan (bahan upacara) di atas kepala saat sembahyang.

Continue Reading »

Pak, Satunya Mana? Noooo…

Nasib jelek lahir di zaman serba canggih ini adalah hidup kita diatur teknologi. Kita tidak merdeka lagi. Begitu pula Bani. Baru saja merayakan kemerdekaan, Bani kini dijajah TV. Tepatnya tidak bisa lari dari iklan di TV.

Kalau ada iklan salah satu penyedia layanan telepon tanpa kabel, Bani pasti langsung ikut apa yang disebut di iklan itu.

Di iklan itu ada beberapa ABG sedang mencari satu ban mobilnya yang hilang. “Pak, satunya mana?” tanya salah satu ABG pada Satpam.

More...Dengan pedenya, satpam tengal itu menjawab, “Noooo” sambil tangannya menunjuk angka satu di atas gedung. No itu bukan “No” dalam bahasa Inggris tapi “No” dalam Soekarno.

Nah, beberapa hari ini, Bani ternyata terjajah iklan itu juga. Dia ikut-ikutan bilang, “Nooo” kalau ada iklan itu. Seperti biasa, mulutnya juga monyong ke depan..

Karena Bani juga Peduli

Tak mau kalah dengan Ayah Bunda, hari ini Bani pun turut serta dalam bakti sosial BBC Goes to RSJ, Pitulasan ala Bali Blogger Community (BBC). Ini acara bakti sosial yang digelar Om dan Tante blogger Bali. Om dan tante-tante ini bagi-bagi sumbangan buat pasien Rumah Sakit Jiwa RSJ) Bangli.

Bani ikut serta dalam rombongan besar sekitar 80 orang tersebut. Dari Denpasar, Bani nebeng mobilnya om Made yang ngajak kakaknya Bani, Devari bersama mamanya. Aah, naik mobil bagus memang enak. Bani sampai kebawa mimpi punya mobil pas molor di dalam mobilnya Om Made. Tidak terasa sampai ngiler.

Continue Reading »

Oyu Sambil Monyongin Bibir

Ini nyolong dari blog Ayah.

Lama juga gak nulis soal Bani. Jadi ya kali ini soal Bani saja. Tapi mulai dari mana ya? Umur? Ah, basi banget.

Baiklah. Aku mulai dari kata apa saja yang sudah bisa diucapkannya, meski tidak jelas benar. Oyuu adalah kata aneh yang diucapkan Bani dengan memonyongkan bibir ke depan. Kata ini dia ucapkan pertama kali ketika kami dalam perjalanan antara Salatiga – Jogja usai main ke sekolah alternatif Qaryah Thayyibah Juni lalu.

Kata ini selalu diucapkan Bani kalau ditanya, “Bilang apa?” usai dia mendapat sesuatu dari orang lain. Oyuu adalah bahasa Bani untuk Thank you. Aneh juga. Meski sudah diajarin berkali-kali untuk bilang “Terima kasih”, Bani lebih suka bilang “Oyu” sambil monyongin bibir itu tadi.

Continue Reading »

Pagi di Sawah Seberang Kali

 Oleh-oleh jalan-jalan pagi sama NakNik di sawah seberang kali. Ada di blognya Ayah.

Baru sekitar pukul 6.30 pagi. Tapi Wira, tetanggaku anak kelas II SD yang lagi libur sekolah hari ini, sudah berterika-teriak di depan rumah. “Ooom, jadi ke sawah kan?”

Hari Minggu lalu, aku, Bani, Wira, Wayan, dan Bondres main ke sawah pagi-pagi. Tiga anak kecil, mereka kelas I dan II SD, tetangga di gang kecil Jalan Subak Dalem Denpasar Utara itu ternyata senang bukan kepalang. Mereka nyebur sawah, mengejar bebek, cari belut, dan seterusnya.

Continue Reading »

Setelah sempat panas, hari ini suhu badan Bani kembali turun. Meski batuknya masih saja mengganggu, Bani terlihat lebih sehat. Dan, seperti ditulis Bunda, Bani memang lagi seneng-senengnya jadi pengikut setia ayahnya. Hehe..Mumpung ngomongin Bani, aku jadi pengen nulis soal anakku ini. Lama juga tidak nulis soal Bani. Apalagi kemarin (23/5) adalah persis 20 bulannya Bani.

Continue Reading »

Older Posts »