<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>The Last Popok</title>
	<atom:link href="http://bani.dagdigdug.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bani.dagdigdug.com</link>
	<description>Ketika popok terakhir pun dikencingin, tak ada lagi pilihan lain: Lahirlah Blog Ini!</description>
	<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 05:55:17 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Bani dan Ayah di Nusa Lembongan</title>
		<link>http://bani.dagdigdug.com/2009/01/01/bani-dan-ayah-di-nusa-lembongan/</link>
		<comments>http://bani.dagdigdug.com/2009/01/01/bani-dan-ayah-di-nusa-lembongan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2009 05:35:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Melali]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bani.dagdigdug.com/2009/01/01/bani-dan-ayah-di-nusa-lembongan/</guid>
		<description><![CDATA[
Hasil jalan-jalan di Nusa Lembongan pas taun baru di Nusa Lembongan bareng Bali Blogger Community (BBC). Fotonya Om Yudi.
Berbagi
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.rumahtulisan.com/wp-content/2009/01/banime.jpg" width="604" height="403" /></p>
<p>Hasil jalan-jalan di Nusa Lembongan pas taun baru di Nusa Lembongan bareng Bali Blogger Community (BBC). Fotonya Om Yudi.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://bani.dagdigdug.com/?p=20&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_20" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bani.dagdigdug.com/2009/01/01/bani-dan-ayah-di-nusa-lembongan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Birthday, Our Beloved Bani</title>
		<link>http://bani.dagdigdug.com/2008/09/23/happy-birthday-our-beloved-bani/</link>
		<comments>http://bani.dagdigdug.com/2008/09/23/happy-birthday-our-beloved-bani/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2008 14:54:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[hari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bani.dagdigdug.com/2008/09/23/happy-birthday-our-beloved-bani/</guid>
		<description><![CDATA[
Tak ada kue ulang tahun yang mewah malam ini. Karena krisis keuangan internasional yang sedang terjadi di negara adi daya Amrik sana juga ternyata berimbas ke ekonomi mikro keluarga kami. Hehehe..
Kami membatalkan beberapa rencana. Pertama, niat untuk beli hutan hitam alias black forest di Tante Ninok tidak jadi. Maaf, ya, Tante. Kapan-kapan deh Bani beli [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rumahtulisan.com/wp-content/2008/09/bani-ultah2.jpg"><img src="http://www.rumahtulisan.com/wp-content/2008/09/bani-ultah2.jpg" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Tak ada kue ulang tahun yang mewah malam ini. Karena krisis keuangan internasional yang sedang terjadi di negara adi daya Amrik sana juga ternyata berimbas ke ekonomi mikro keluarga kami. Hehehe..</p>
<p>Kami membatalkan beberapa rencana. Pertama, niat untuk beli hutan hitam alias black forest di Tante Ninok tidak jadi. Maaf, ya, Tante. Kapan-kapan deh Bani beli kue ultah di Tante sekalian kapling hutan hitam di sana. Lumayan kan untuk mencegah dampak climate change pada keluarga. Hwahahaha..</p>
<p><span id="more-17"></span>Kedua, rencana untuk makan rame-rame sama keluarga besar di Bali juga batal. Dadong, pekak, dan semua tante, om, juga kakak di Bali tak jadi diundang makan nasi tumpeng di rumah Bani. Selain karena pada sibuk menyiapkan upacara ngaben dadong kumpinya Bani, juga karena itu tadi, krisis ekonomi global.</p>
<p>Semua anak di gang sudah ngasih selamat ke Bani. Mungkin sekalian berharap diundang makan-makan. Hehehe. Tapi, maaf sekali lagi. Tak ada pesta di ulang tahunnya Bani hari ini. Padahal maunya sekalian bikin pesta agak meriah untuk sekalian merayakan runtuhnya kapitalisme global di Amrik sana. Whek cuh!</p>
<p>Tapi Bunda masih berbaik hati. Selain kue bolu kukus mini berlapis keju, Bunda juga beli kado baju baru buat Bani. Sekalian buat baju Lebaran. Makanya bajunya baju koko lengkap dengan pecinya. Dan, aaah, Bani senang luar biasa. Pecinya malah tak mau dilepas. “Opi, opi,” katanya sambil nunjuk peci warna kuning dengan kombinasi merah marun itu.</p>
<p><a href="http://www.rumahtulisan.com/wp-content/2008/09/bani-ultah.jpg"><img src="http://www.rumahtulisan.com/wp-content/2008/09/bani-ultah.jpg" width="349" height="465" /></a></p>
<p>Usai buka puasa, kue kecil itu segera dibuka dari bungkusnya. Kami siapkan dua lilin. Bukan lilin ulang tahun tapi lilin cadangan kalau listrik mati. Kanggoang. Lilin endut kayak Bunda dan pendek kayak Ayah itu ditaruh di cobek kayu. Kami sandingkan sama kue yang udah dipotong sama Bunda.</p>
<p>Kami duduk lesehan dengan kue dan lilin di atas meja. Kami nyanyi cukup satu lagu Hepi Besdei buat Bani. Lalu Bani tiup lilinnya. Whus! Horee.. Kami bertepuk tangan.</p>
<p>Selamat ulang tahun, Bani. Kanggoang ya. Ayah cuma bisa memberikan kado limpahan kasih sayang. *Jurus ngeles..</p>
<p>Oya, ini sekadar mengingat para fans Bani yang berbaik hati ngasih ucapan selamat.</p>
<p><strong>Hore, Bani genap dua tahun sekarang. Sudah mendekati balig nih. Harus waspada ya. Jgn2 Bani dewasa sebelum waktunya. <img src="http://www.rumahtulisan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /> Slamat ulang tahun Bani. TOLAK RUU APP!!</strong> –<em>dari <a href="http://rumahcerita.wordpress.com/">Lek Tum</a>, tante yang lagi kuliah di Malang dan terobsesi jadi wartawan cum-aktivis juga-<br />
</em><br />
<strong>Hallo Mas Bani yang Comel. Apa Kabar? Met ultah ya. Smoga panjang umur, cepet gede n tambah pinter. Salam buat Ayah n Ibu ya</strong>. –<em>dari Bintang, adik sepupu di kampuang nan jauh di mato, Corek!!</em>-</p>
<p><strong>Dek Bani, met ulang tahun. Semoga panjang umur, murah rejeki, dan makin lucu. Selamat ultah.</strong> –<em>dari kakak Farah, Bella, dan Fajar di Riau sana</em>-</p>
<p>Ada juga ucapan dari om-om dan tante-tante di <a href="http://baliblogger.org/">Bali Blogger Community</a> lewat milis juga YM dan Facebook Ayah. Makasih buat semuanya..</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://bani.dagdigdug.com/?p=17&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_17" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bani.dagdigdug.com/2008/09/23/happy-birthday-our-beloved-bani/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Demonstran Sejati Sejak Bayi</title>
		<link>http://bani.dagdigdug.com/2008/09/19/demonstran-sejati-sejak-bayi/</link>
		<comments>http://bani.dagdigdug.com/2008/09/19/demonstran-sejati-sejak-bayi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Sep 2008 15:29:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aneh]]></category>

		<category><![CDATA[hari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bani.dagdigdug.com/2008/09/19/demonstran-sejati-sejak-bayi/</guid>
		<description><![CDATA[
Ribuan orang di Bali ikut aksi menolak Rancangan Undang-undang Pornografi Rabu lalu. Bunda ikut di dalamnya. Sayang, Bani tak diajak serta. Padahal Bani juga punya beberapa alasan untuk menolak RUU ini.
Alasan itu, misalnya, buat apa punya tubuh bagus kalau bukan untuk diperlihatkan pada orang. Itu kan bagian dari cara mensyukuri nikmat Tuhan. Masak malah dilarang? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.rumahtulisan.com/wp-content/2008/09/bani-demo32.jpg"><img src="http://www.rumahtulisan.com/wp-content/2008/09/bani-demo32.jpg" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Ribuan orang di Bali ikut aksi menolak Rancangan Undang-undang Pornografi Rabu lalu. <a href="http://lodegen.wordpress.com/">Bunda</a> ikut di dalamnya. Sayang, <a href="../">Bani</a> tak diajak serta. Padahal Bani juga punya beberapa alasan untuk menolak RUU ini.</p>
<p>Alasan itu, misalnya, buat apa punya tubuh bagus kalau bukan untuk diperlihatkan pada orang. Itu kan bagian dari cara mensyukuri nikmat Tuhan. Masak malah dilarang? Kalau orang lain terangsang, ya itu urusan dia. Jaga pikiran dong biar kalian tidak melihatnya dengan ngeres.<span id="more-18"></span></p>
<p><a href="http://www.rumahtulisan.com/wp-content/2008/09/bani-demo2.jpg"><img src="http://www.rumahtulisan.com/wp-content/2008/09/bani-demo2.jpg" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Tak terima karena tidak diajak Bunda aksi, sementara dia juga pengen menyuarakan aspirasi, maka kemarin pagi Bani beraksi sendiri. Di tengah kontroversi RUU Pornografi, Bani beraksi. Demonya di rumah. Pagi-pagi sebelum mandi.</p>
<p>Dia melepas baju sendiri lalu ambil pita merah putih yang kemarin dipakai Bunda ikut aksi di Renon. Dan inilah gaya demonstran sejati setelah beraksi itu. Hehehe..</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://bani.dagdigdug.com/?p=18&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_18" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bani.dagdigdug.com/2008/09/19/demonstran-sejati-sejak-bayi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Lalu, Dia Terlelap Bersamaku</title>
		<link>http://bani.dagdigdug.com/2008/09/17/lalu-dia-terlelap-bersamaku/</link>
		<comments>http://bani.dagdigdug.com/2008/09/17/lalu-dia-terlelap-bersamaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 15:31:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[hari-hari]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bani.dagdigdug.com/2008/09/17/lalu-dia-terlelap-bersamaku/</guid>
		<description><![CDATA[Hampir pukul 1 pagi. Aku sedang nglembur untuk beberapa kerjaan yang lewat deadline. Asik di depan komputer.
Bani nangis, bangun di sela tidurnya. Jam biologisnya bekerja seperti biasa, minta susu. Kalau tengah malam begini, apalagi Bunda sudah terlelap, giliranku bikin susu.

Aku ambil botol, masukin susu, kasih air panas, campur dikit air mineral. Kocok. Lalu kasih ke [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hampir pukul 1 pagi. Aku sedang nglembur untuk beberapa kerjaan yang lewat deadline. Asik di depan komputer.</p>
<p>Bani nangis, bangun di sela tidurnya. Jam biologisnya bekerja seperti biasa, minta susu. Kalau tengah malam begini, apalagi Bunda sudah terlelap, giliranku bikin susu.</p>
</p>
<p><span id="more-19"></span>Aku ambil botol, masukin susu, kasih air panas, campur dikit air mineral. Kocok. Lalu kasih ke Bani. Biasanya Bani langsung lelap kembali. Maka, aku balik ke depan laptop. Masyuk dengan kerjaan lagi..</p>
</p>
<p>Terdengar langkah-langkah kaki kecil. Aku lihat ke belakang. Bani berdiri di sana. Ah, dia mencariku ke kamar depan, tempat aku dan Bunda biasa bekerja. Kadang-kadang Bani memang begitu. Keluar dari kamar mencari kami kalau salah satu di antara aku dan Bunda tidak bersamanya di tempat tidur.</p>
</p>
<p>Aku dekati dia sambil merentangkan tangan. Kupeluk lalu kugendong. Dia sandarkan kepala di pundak. Hmm, anakku.. Aku melihat diriku sendiri dalam kemanjaan itu.</p>
</p>
<p>Kami kembali ke kamar. Dia minta tidur di lantai. Aku selimuti dia sambil mengusap-usap kepalanya. Tak lama, dia kembali terlelap dalam wajah bayinya. Teduh sekali..</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://bani.dagdigdug.com/?p=19&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_19" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bani.dagdigdug.com/2008/09/17/lalu-dia-terlelap-bersamaku/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ikut Agustusan sama Naknik</title>
		<link>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/24/ikut-agustusan-sama-naknik/</link>
		<comments>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/24/ikut-agustusan-sama-naknik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 02:40:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Main]]></category>

		<category><![CDATA[NakNik]]></category>

		<category><![CDATA[Teman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bani.dagdigdug.com/2008/08/24/ikut-agustusan-sama-naknik/</guid>
		<description><![CDATA[
Suasana peringatan kemerdekaan Indonesia masih terasa di jalan Subak Dalem Gang V Denpasar Utara di mana saya tinggal. Minggu (24/08) ini kami merayakannya dengan berbagai lomba. Tidak masalah meski hari ulang tahun Proklamasi sudah lewat seminggu lalu. Yang penting kan semangatnya..
Sejak sekitar pukul 9 pagi, kami sudah bersiap-siap. Ada tujuh lomba dalam agustusan tahun ini. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3278/2805428288_711b8b3357.jpg" /></p>
<p>Suasana peringatan kemerdekaan Indonesia masih terasa di jalan Subak Dalem Gang V Denpasar Utara di mana saya tinggal. Minggu (24/08) ini kami merayakannya dengan berbagai lomba. Tidak masalah meski hari ulang tahun Proklamasi sudah lewat seminggu lalu. Yang penting kan semangatnya..</p>
<p>Sejak sekitar pukul 9 pagi, kami sudah bersiap-siap. Ada tujuh lomba dalam agustusan tahun ini. Antara lain lomba lari karung, makan krupuk, memasukkan paku ke botol, makan kacang pakai sumpit, memasukkan kecebong ke botol, lari menjepit botol, dan lari nyunjung botol. Lomba terakhir itu khusus untuk ibu-ibu, yang sebagian besar terbiasa menjunjung gebogan (bahan upacara) di atas kepala saat sembahyang.</p>
<p><span id="more-16"></span>Lomba itu diadakan di lapangan kosong di gang kami. Sebagian besar penghuni gang itu pun berkumpul di lapangan tersebut. Malah, beberapa tetangga gang pun ikut menonton meski agak jauh. Mungkin karena suara kami berlomba yang sangat riuh.</p>
<p>Pagi itu gang kami memang jadi riuh rendah oleh peserta maupun penonton lomba. Maklum, semua peserta dan penonton itu sebagian besar memang anak-anak. Dengan cueknya anak-anak itu berteriak selama pelaksanaan lomba. Suara megaphone ntuk mengoordinir lomba juga tak kalah kerasnya.</p>
<p>Hadiah lomba itu tidak jauh dari selera anak-anak, makanan dan minuman ringan. Tapi bukan hadiah yang diacri anak-anak tersebut. “Menang kalah tidak masalah. Yang penting semua semangat ikut lomba,” kaya Ayu, salah satu peserta.</p>
<p>Lomba itu disesuaikan dengan umur peserta. Untuk lomba makan krupuk, misalnya, semua peserta adalah anak TK. Bani Nawalapatra, anak saya yang belum genap dua tahun, ikut lomba ini juga. Tapi bukannya ikut lomba, dia malah dengan cueknya menarik krupuk itu dari talinya lalu melahapnya sampai habis. Penonton jadi ikut tertawa.</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://bani.dagdigdug.com/?p=16&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_16" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/24/ikut-agustusan-sama-naknik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pak, Satunya Mana? Noooo…</title>
		<link>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/21/pak-satunya-mana-noooo%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/21/pak-satunya-mana-noooo%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 17:41:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Belajar]]></category>

		<category><![CDATA[Kata]]></category>

		<category><![CDATA[Iklan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bani.dagdigdug.com/2008/08/21/pak-satunya-mana-noooo%e2%80%a6/</guid>
		<description><![CDATA[Nasib jelek lahir di zaman serba canggih ini adalah hidup kita diatur teknologi. Kita tidak merdeka lagi. Begitu pula Bani. Baru saja merayakan kemerdekaan, Bani kini dijajah TV. Tepatnya tidak bisa lari dari iklan di TV.
Kalau ada iklan salah satu penyedia layanan telepon tanpa kabel, Bani pasti langsung ikut apa yang disebut di iklan itu.
Di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nasib jelek lahir di zaman serba canggih ini adalah hidup kita diatur teknologi. Kita tidak merdeka lagi. Begitu pula Bani. Baru saja merayakan kemerdekaan, Bani kini dijajah TV. Tepatnya tidak bisa lari dari iklan di TV.</p>
<p>Kalau ada iklan salah satu penyedia layanan telepon tanpa kabel, Bani pasti langsung ikut apa yang disebut di iklan itu.</p>
<p>Di iklan itu ada beberapa ABG sedang mencari satu ban mobilnya yang hilang. “Pak, satunya mana?” tanya salah satu ABG pada Satpam.</p>
<p><img src="http://bani.dagdigdug.com/wp-includes/js/tinymce/themes/advanced/images/spacer.gif" alt="More..." width="100%" height="10">Dengan pedenya, satpam tengal itu menjawab, “Noooo” sambil tangannya menunjuk angka satu di atas gedung. No itu bukan “No” dalam bahasa Inggris tapi “No” dalam Soekarno. </p>
<p>Nah, beberapa hari ini, Bani ternyata terjajah iklan itu juga. Dia ikut-ikutan bilang, “Nooo” kalau ada iklan itu. Seperti biasa, mulutnya juga monyong ke depan..</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://bani.dagdigdug.com/?p=11&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_11" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/21/pak-satunya-mana-noooo%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Karena Bani juga Peduli</title>
		<link>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/18/karena-bani-juga-peduli/</link>
		<comments>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/18/karena-bani-juga-peduli/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 14:01:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Melali]]></category>

		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<category><![CDATA[Bangli]]></category>

		<category><![CDATA[RSJ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bani.dagdigdug.com/2008/08/21/karena-bani-juga-peduli/</guid>
		<description><![CDATA[
Tak mau kalah dengan Ayah Bunda, hari ini Bani pun turut serta dalam bakti sosial BBC Goes to RSJ, Pitulasan ala Bali Blogger Community (BBC). Ini acara bakti sosial yang digelar Om dan Tante blogger Bali. Om dan tante-tante ini bagi-bagi sumbangan buat pasien Rumah Sakit Jiwa RSJ) Bangli.
Bani ikut serta dalam rombongan besar sekitar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3059/2784532306_6308772c1f.jpg" /></p>
<p>Tak mau kalah dengan Ayah Bunda, hari ini Bani pun turut serta dalam bakti sosial BBC Goes to RSJ, Pitulasan ala Bali Blogger Community (BBC). Ini acara bakti sosial yang digelar Om dan Tante blogger Bali. Om dan tante-tante ini bagi-bagi sumbangan buat pasien Rumah Sakit Jiwa RSJ) Bangli.</p>
<p>Bani ikut serta dalam rombongan besar sekitar 80 orang tersebut. Dari Denpasar, Bani nebeng mobilnya om Made yang ngajak kakaknya Bani, Devari bersama mamanya. Aah, naik mobil bagus memang enak. Bani sampai kebawa mimpi punya mobil pas molor di dalam mobilnya Om Made. Tidak terasa sampai ngiler.</p>
<p><span id="more-12"></span>Ah, sudah ah. Malah nglantur soal mobil.</p>
<p><img src="http://bani.dagdigdug.com/wp-includes/js/tinymce/themes/advanced/images/spacer.gif" alt="More..." width="100%" height="10" />Pas di RSJ Bani ikut jalan-jalan saja. Melihat om dan tante dari BBC memberi alat mandi ke om dan tante yang di dalam ruangan berjeruji. Ih, kasihan banget ya om dan tante yang dirawat itu.</p>
<p>Abis bagi-bagi bantuan itu, Bani makan siang deh. Lalu lomba setelah nyanyi dan menari sama om dan tante di sana.</p>
<p>Pas balik, Bani nebeng mobilnya Om Wawan. Lagi-lagi Bani Cuma ngiler bayangin. “Kapan ya Ayahnya Bani yang kere ini bisa beliin Bani mobil bagus kayak punya Om Wawan?”</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://bani.dagdigdug.com/?p=12&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_12" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/18/karena-bani-juga-peduli/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Oyu Sambil Monyongin Bibir</title>
		<link>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/02/oyu-sambil-monyongin-bibir/</link>
		<comments>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/02/oyu-sambil-monyongin-bibir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 14:01:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Kata]]></category>

		<category><![CDATA[Melali]]></category>

		<category><![CDATA[NakNik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bani.dagdigdug.com/2008/08/02/oyu-sambil-monyongin-bibir/</guid>
		<description><![CDATA[
Ini nyolong dari blog Ayah.
&#8211;
Lama juga gak nulis soal Bani. Jadi ya kali ini soal Bani saja. Tapi mulai dari mana ya? Umur? Ah, basi banget.
Baiklah. Aku mulai dari kata apa saja yang sudah bisa diucapkannya, meski tidak jelas benar. Oyuu adalah kata aneh yang diucapkan Bani dengan memonyongkan bibir ke depan. Kata ini dia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3082/2718267840_62c2d5a055.jpg" /></p>
<p>Ini nyolong dari <a href="http://rumahtulisan.com">blog Ayah</a>.</p>
<p>&#8211;</p>
<p>Lama juga gak nulis soal Bani. Jadi ya kali ini soal Bani saja. Tapi mulai dari mana ya? Umur? Ah, basi banget.</p>
<p>Baiklah. Aku mulai dari kata apa saja yang sudah bisa diucapkannya, meski tidak jelas benar. Oyuu adalah kata aneh yang diucapkan Bani dengan memonyongkan bibir ke depan. Kata ini dia ucapkan pertama kali ketika kami dalam perjalanan antara Salatiga – Jogja usai main ke sekolah alternatif Qaryah Thayyibah Juni lalu.</p>
<p>Kata ini selalu diucapkan Bani kalau ditanya, “Bilang apa?” usai dia mendapat sesuatu dari orang lain. Oyuu adalah bahasa Bani untuk Thank you. Aneh juga. Meski sudah diajarin berkali-kali untuk bilang “Terima kasih”, Bani lebih suka bilang “Oyu” sambil monyongin bibir itu tadi.</p>
<p><span id="more-13"></span>Selain Oyuu, kata lain yang sering diucapkan Bani sekarang adalah “Mamam” untuk “Makan”, “Njem” untuk “Pinjem”, “Enum” untuk “Minum, “Ntak” untuk “Minta”, dan lain-lain. Aku lupa satu per satu. Intinya Bani makin rajin belajar kata. Cuma masih susah untuk merangkainya jadi satu kalimat.</p>
<p>Bani juga mulai rajin belajar baca. Kalau Ayah Bundanya lagi pada baca buku atau koran, Bani kadang ikut ambil satu buku atau koran juga. Lalu dia komat-kamit dengan bunyi mendesis. Mirip ular cuma tidak melata saja. <img src="http://www.rumahtulisan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt="D" /> Kadang dengan belog ajumnya dia duduk bersila atau tengkurap di lantai lalu buku itu ditaruh persis di depannya. Dia belagak lagi baca buku. Dasar anakku!</p>
<p>Dia juga lagi seneng-senengnya main huruf. Ada permainan memasang huruf A sampai Z di papan kayu. Bani cepat sekali bisa. Dia sigap memasang tiap huruf yang bisa dilepas pasang itu ke tempatnya. Bangga juga punya anak cepat belajar hal baru begini.</p>
<p>Cuma aneh. Meski mulai (sok) pinter baca dan pasang huruf, ternyata dia gagap pakai sandal. Sejak kemarin sore dia belajar pakai sandal jepit. Maunya belajar jadi gembel kayak Ayahnya. Biasanya dia pakai sandal selop dengan tali di samping dan belakang. Jadi dia tidak perlu repot menjepit sandal itu dengan ibu jari dan telunjuk kaki. Tapi kalau mau masuk rumah, dia agak repot karena harus copot dulu. Susahnya kan karena dia juga suka keluar masuk rumah.</p>
<p>Maka, Bunda pun mengajak Bani beli sandal jepit kemarin sore. Tapi ternyata dia tetap susah pakai. Baru beberapa langkah, sandal itu sudah dicopot. Dipegang di tangan. Lalu jalan nyeker seperti biasa. Ah, anakku sepertinya akan lebih gembel dibanding ayahnya. <img src="http://www.rumahtulisan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt="D" /></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://bani.dagdigdug.com/?p=13&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_13" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bani.dagdigdug.com/2008/08/02/oyu-sambil-monyongin-bibir/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pagi di Sawah Seberang Kali</title>
		<link>http://bani.dagdigdug.com/2008/07/30/pagi-di-sawah-seberang-kali/</link>
		<comments>http://bani.dagdigdug.com/2008/07/30/pagi-di-sawah-seberang-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 14:37:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Melali]]></category>

		<category><![CDATA[NakNik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bani.dagdigdug.com/2008/07/30/pagi-di-sawah-seberang-kali/</guid>
		<description><![CDATA[ Oleh-oleh jalan-jalan pagi sama NakNik di sawah seberang kali. Ada di blognya Ayah.

Baru sekitar pukul 6.30 pagi. Tapi Wira, tetanggaku anak kelas II SD yang lagi libur sekolah hari ini, sudah berterika-teriak di depan rumah. “Ooom, jadi ke sawah kan?”
Hari Minggu lalu, aku, Bani, Wira, Wayan, dan Bondres main ke sawah pagi-pagi. Tiga anak kecil, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Oleh-oleh jalan-jalan pagi sama NakNik di sawah seberang kali. Ada di <a href="http://rumahtulisan.com">blognya Ayah</a>.</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3268/2717442637_df24eaed3f.jpg" /></p>
<p>Baru sekitar pukul 6.30 pagi. Tapi Wira, tetanggaku anak kelas II SD yang lagi libur sekolah hari ini, sudah berterika-teriak di depan rumah. “Ooom, jadi ke sawah kan?”</p>
<p>Hari Minggu lalu, aku, Bani, Wira, Wayan, dan Bondres main ke sawah pagi-pagi. Tiga anak kecil, mereka kelas I dan II SD, tetangga di gang kecil Jalan Subak Dalem Denpasar Utara itu ternyata senang bukan kepalang. Mereka nyebur sawah, mengejar bebek, cari belut, dan seterusnya.</p>
<p><span id="more-14"></span>Karena senang bukan kepalang itu, maka pagi ini mereka menagih lagi. “Ooom, semua mau ikut. Jadi ke sawah kan,” teriak Wayan juga.</p>
<p>“Tunggu Bani bangun ya,” kataku ke anak-anak itu. Aku keluar rumah. Walah, ternyata banyak sekali yang mau ikut. Mereka pun menunggu Bani yang memang males bangun tidur seperti ayahnya. Hehe..</p>
<p>Ketika akhirnya Bani bangun, pasukan pun berangkat. Memang jauh lebih banyak. Aku absen satu per satu. Gede, Putri, Wayan, Wira, Satria, Dodie, Tata, Esa, dan, tentu saja, Bani.</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3138/2718264782_144032e682.jpg" /></p>
<p>Kami menyeberang kali kecil di ujung gang yang memisahkan kami dengan sawah di seberang sana. Lalu, ketika sampai sawah semua girang bukan kepalang. Sebelum lanjut, aha!, ayo bersiap dulu. Bani yang pimpin barisan..</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3151/2717440045_d733f2cd64.jpg" /></p>
<p>Pagi ini kami jalan-jalan saja. Tidak ada acara cari belut, yuyu, dan semacamnya. “Kayak Bolang ya,” kata anak-anak soal perjalanan pagi ini. Bolang, singkatan dari Bocah Petualang, adalah nama acara di salah satu TV swasta soal petualangan anak-anak. Bagi aku dan anak-anak ini, melali ke sawah ternyata jadi liburan asik juga di Denpasar. Sakin senengnya sampe pada loncat-loncat..</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3262/2717443607_efb8fd9384.jpg" /></p>
<p>Agar ada tujuan, maka kami sepakat mencari mata air pagi itu. Kami pun menyusuri sawah sampai di ujung utara sana. Ada petani lagi nanam kangkung. Ada yang lagi nyiram bayam. Ada yang menyiangi rumput di sawah. Petani terakhir ini menolak pas anak-anak mau ikut bantuin. “Usak nyanan,” teriaknya ke anak-anak.</p>
<p>Ratusan hektar sawah ini dikepung rumah-rumah jauh di sana. Di sisi barat, berbatasan dengan Jalan Ahmad Yani Utara. Sisi timur berbatasan dengan Jalan Subak Dalem. Sisi selatan berbatasan dengan jalan Gatot Subroto tengah.</p>
<p>“Semoga nanti sawahnya tidak dijual. Biar tidak berganti rumah,” kata Gede.</p>
<p>Ketika jalan balik setelah ketemu dengan mata air, Bunda dan Komang datang menyusul. Enaknya lagi, Bunda bawa nasiiiii. Hore…</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3081/2718262930_a2ca1e97f4.jpg" /></p>
<p>Maka, ending melali pagi ini adalah sarapan di gubuk reot di tengah areal sawah. Nikmat tenan..</p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://bani.dagdigdug.com/?p=14&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_14" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bani.dagdigdug.com/2008/07/30/pagi-di-sawah-seberang-kali/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Puluh Bulan Setelah Kelahiran</title>
		<link>http://bani.dagdigdug.com/2008/05/24/dua-puluh-bulan-setelah-kelahiran/</link>
		<comments>http://bani.dagdigdug.com/2008/05/24/dua-puluh-bulan-setelah-kelahiran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 May 2008 14:43:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Aneh]]></category>

		<category><![CDATA[Bad Habit]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bani.dagdigdug.com/2008/05/24/dua-puluh-bulan-setelah-kelahiran/</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sempat panas, hari ini suhu badan Bani kembali turun. Meski batuknya masih saja mengganggu, Bani terlihat lebih sehat. Dan, seperti ditulis Bunda, Bani memang lagi seneng-senengnya jadi pengikut setia ayahnya. Hehe..Mumpung ngomongin Bani, aku jadi pengen nulis soal anakku ini. Lama juga tidak nulis soal Bani. Apalagi kemarin (23/5) adalah persis 20 bulannya Bani.
Memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sempat panas, hari ini suhu badan Bani kembali turun. Meski batuknya masih saja mengganggu, Bani terlihat lebih sehat. Dan, <a href="http://lodegen.wordpress.com/2008/05/20/banis-patron/">seperti ditulis Bunda</a>, Bani memang lagi seneng-senengnya jadi pengikut setia ayahnya. Hehe..Mumpung ngomongin Bani, aku jadi pengen nulis soal anakku ini. Lama juga tidak nulis soal Bani. Apalagi kemarin (23/5) adalah persis 20 bulannya Bani.</p>
<p><span id="more-15"></span>Memang tidak terasa. Bani Nawalapatra, anak kami sudah berumur 20 tahun bulan. Rasanya baru kemarin dia dibawa keluar dari ruang operasi. Seperti baru kemarin aku menanam ari-arinya yang kubungkus dengan kertas koran berisi bola dunia dan pulpen. Tapi ya begitulah. Anakku pelan-pelan tumbuh sebagaimana dia seharusnya tumbuh.</p>
<p>Tidak hanya fisik, tapi juga kelakuannya. Parahnya adalah karena dia lebih suka meniru kelakuan bejat ayahnya daripada kelakuan baik-baik Bundanya. Hehe..</p>
<p>Hal paling lucu adalah kejadian menjelang tidur sekitar dua minggu lalu. Entah setan dari mana yang menclok di jidatnya, tiba-tiba Bani membuka mulut lalu menirukan orang ngorok. Ngrok, ngrok, ngroook.</p>
<p>Semula aku tidak sadar kalau Bani meniru aku suara orang ngorok. Baru setelah Bunda bilang, “Itu dah anakmu. Meniru ayahnya ngorok.” barulah aku sadar kalau Bani pura-pura ngorok. Aku sampai ketawa ngakak lihat gaya Bani niru aku ngorok. Anakku benar-benar fotokopianku!</p>
<p>Gaya tengal lain dari ayahnya yang ditiru Bani adalah soal elus-elus perut. Gara-gara pernah aku elus-elus perutnya pas mau tidur, Bani tuh dengan PD-nya kadang buka kaosnya pas sudah terlentang. Lalu dia bilang ke aku, “Yah, yah.” sambil nunjuk perutnya. Maksudnya dia minta dielus-elus.</p>
<p>Keanehan lain kelakuan Bani adalah soal minum susu. Tidak jelas sama sekali. Sekali waktu dia bisa minta ke Bunda untuk dibikinin susu. Tapi begitu selesai dibuatin, dia dengan ketidakjelasannya ngambul. Lalu menyodorkan botol susu itu ke aku. Artinya, dia mau aku yang memberikan susu itu ke dia. Atau malah menyodorkan dot itu ke mulutnya.</p>
<p>Tapi sebaliknya juga sering. Aku yang bikin susu, tapi Bunda yang disuruh ngasih botol susu itu ke Bani. Benar-benar anak yang aneh..</p>
<p>Selain aneh, Bani juga ganjen. Sekarang ini kalau mau difoto, Bani suka mengajungkan telunjuk ke pipi atau dagunya. Lalu dengan ganjennya dia memiringkan kepala. Dia bergaya seperti model. Kebiasaan ini sih sudah sejak sekitar tiga bulan lalu. Dan aku ataupun Bunda sama-sama tidak pernah merasa ngajarin gaya ganjen ini. Sebab ganjen jelas bukan gaya kami. <img src="http://www.rumahtulisan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif" alt="D" /></p>
<p class="akst_link"><a rel="nofollow" href="http://bani.dagdigdug.com/?p=15&amp;akst_action=share-this"  title="E-mail this, post to del.icio.us, etc." id="akst_link_15" class="akst_share_link">Berbagi</a>
</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bani.dagdigdug.com/2008/05/24/dua-puluh-bulan-setelah-kelahiran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
